Menariknya, salah satu asesor visitasi tersebut, Prof Dr H Dede Rosyada MAg mengungkapkan, transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN ini unik. Pasalnya, kata dia, transformasi tersebut tidaknya hanya UIN, tapi juga berbasis siber. “Memang ada beberapa penilaian terkait kesiapan untuk menjadi UIN, seperti SDM yang kita awasi betul, sistem managemen keuangan, mutu yang khas, dan beberapa aspek lainnya,” kata Prof Dede. Untuk diketahui, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dipercaya oleh
Kementerian Agama untuk menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI). Sehingga, proses transformasi di kampus ini tidak saja terkait UIN tetapi juga kampus yang berbasis siber. Bahkan, sebelum ditunjuknya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI, tepatnya sejak tahun 2015 lalu, kampus ini telah menerapkan
Smart Campus. Sehingga, berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kampus ini, baik pembelajaran maupun aktivitas administrasi lainnya telah menggunakan teknologi informasi.