Seminar Moderasi Beragama di Era Digital
Seminar Moderasi Beragama Zaman Bertoleransi kembali menjadi sorotan ketika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan ilmiah bertajuk “Zaman Bertoleransi: Moderasi dalam Bingkai Sejarah”. Kegiatan ini berlangsung pada 24 November 2025 di Gedung Siber kampus setempat.
Seminar ini menjadi ruang strategis bagi sivitas akademika untuk memperdalam pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama. Terlebih lagi, tantangan sosial saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Peran Sejarah dalam Moderasi Beragama
Kegiatan seminar dipandu oleh Farihin Niskala, S.Hum, sejarawan Cirebon yang aktif dalam kajian sejarah lokal dan nasional. Ia mengarahkan diskusi agar peserta dapat melihat moderasi beragama dari sudut pandang sejarah.
Sebagai pemateri utama, Prof. H. Didin Nurul Rosidin, MA., Ph.D, Guru Besar Ilmu Sejarah Peradaban Islam, menekankan pentingnya pendekatan historis. Menurutnya, sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa toleransi dan keberagaman telah menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Muslim di berbagai wilayah.
Oleh karena itu, pemahaman sejarah menjadi kunci untuk merawat sikap moderat di masa kini.
Moderasi Beragama dan Tantangan Digital
Selain itu, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag, Wakil Rektor III UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, turut memberikan pandangan terkait penguatan kapasitas digital kampus. Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama tidak cukup dibangun melalui kajian teologis semata.
Sebaliknya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi modern juga menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian, pendidikan keagamaan dapat tetap relevan dan responsif terhadap tantangan zaman digital.
Moderasi Beragama sebagai Nilai Dasar Nusantara
Seminar ini semakin istimewa dengan kehadiran Dr. (H.C.) H. Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI periode 2014–2019, sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah konsep baru.
Menurutnya, nilai moderasi telah mengakar kuat dalam praktik keislaman di Nusantara sejak lama. Namun demikian, tantangan utama saat ini terletak pada cara masyarakat mengelola informasi digital. Arus informasi yang tidak terkontrol sering kali memicu polarisasi dan konflik sosial.
Komitmen Kampus dalam Membangun Harmoni
Secara keseluruhan, seminar ini dipandang sebagai langkah strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi digital sivitas akademika, tetapi juga memperluas wawasan tentang moderasi beragama.
Dengan menghadirkan pakar dari berbagai bidang, seminar ini membuka ruang diskusi lintas disiplin. Sejarah, agama, teknologi, dan kebijakan publik bertemu dalam satu forum ilmiah yang konstruktif.
Pada akhir kegiatan, peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan praktisi keagamaan menyimpulkan bahwa moderasi beragama merupakan kebutuhan mendesak. Lebih dari sekadar wacana, moderasi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, harmoni bangsa dapat tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi global.
