“Jurusan Sejarah Peradaban Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menyelenggarakan Workshop Pembuatan Kertas Daluang”
Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Usluhuddin dan Adab IAIN Syekh...


“Jurusan Sejarah Peradaban Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menyelenggarakan Workshop Pembuatan Kertas Daluang”
Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Usluhuddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan Workshop Pembuatan Kertas Daluang pada Selasa 7 Februari 2023 di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Lantai 3. Kegiatan ini diinisasi oleh Fika Hidayani, M.Hum selaku dosen Filologi yang bekerjasama dengan Yayasan Aksara Jawa Surya Pringga Dermayu.
Workshop pembuatan kertas daluang diselenggarakan sebagai upaya memperkenalkan kembali kertas tradisional Indonesia, serta salah satu bentuk penyelamatan kertas tradisonal. Sri Tanjung Sugiarti Tarka, selaku ketua Yayasan menyampaikan bahwa eksistensi kertas daluang di kalangan generasi muda merupakan sesuatu hal yang asing. Hal ini karena ketidakpopuleran dan keberadaannya yang eksklusif, membuat kertas tradisional ini terancam punah. Padahal kertas daluang merupakan salah satu media tulis asli Indonesia yang pada zaman dahulu digunakan oleh para nenek moyang dalam mengabadikan catatan dalam kehidupannya. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kertas daluang berasal dari kulit pohon Saeh (Papermulberry, Broussonetia Papyryfera Vent’), dan dahulu sejak jaman pra Islam, kertas ini digunakan sebagai bagian dari upacara keagamaan agama Hindu. Namun semenjak berkembangnya agama Islam, kertas daluang beralih fungsi menjadi media tulis menulis.
Peserta workshop sangat antusias ketika narasumber mempraktekkan secara langsung pembuatan kertas daluang. Ia menjelaskan proses pembuatan dimulai dari pembersihan batang pohon Saeh, pengelupasan kulit pohon, perendaman sampai proses terbentuknya kertas daluang untuk siap digunakan sebagai media tulis, walau kondisinya masih 80 %.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Usluhuddin dan Adab, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M. Ag menyambut positif kegiatan ini. “Kegiatan workshop ini sebagai upaya dari kampus memperkenalkan kertas daluang sebagai kertas tradisional serta mengajak generasi muda agar secara bersama-sama turut melestarikan peninggalan nenek moyang” tutur beliau.
Bagikan Artikel: