Abstrak / Ringkasan
Latar Belakang Kedisiplinan beragama yaitu ketaatan orang dalam menjalani dan
memeluk agama yang dipercayainya,. Kunci pendidikan dalam keluarga sebenarnya
terletak pada pendidikan rohani dalam arti pendidikan kalbu/rohaniyah.
Tujuan: Tujuan untuk menjawab rumusan masalah: (1). Apakah pendidikan Islam
dalam keluarga berpengaruh terhadap kedisiplinan beragama siswa MAN I CIREBON?
(2). Apakah budaya religius sekolah berpengaruh terhadap kedisiplinan beragama siswa
MAN I CIREBON? (3). Apakah pendidikan Islam dalam keluarga dan budaya religius
sekolah berpengaruh terhadap kedisiplinan beragama peserta didik MAN I CIREBON?
Metode : pendekatan kuantitatif yaitu deskriptif korelasional yaitu
mencari hubungan dan pengaruh variabel independen pendidikan agama Islam
dalam keluarga (X1), budaya religius sekolah (X2) dengan variabel dependen
kecerdasan emosional (Y), baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
Hasil: variable independen dan variabel dependen memiliki korelasi positif dan
pengaruh cukup signifikan yaitu pendidikan Islam dalam keluarga (0,455) dan budaya
religius sekolah (0,374). Secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara
pendidikan agama Islam dalam keluarga dengan budaya religius sekolah dengan
kedisiplinan beragama dengan nilai R sebesar 0,494, R2 sebesar 0,244. Ini berarti Bahwa
persentase sumbangan pengaruh variable independen (pendidikan agama Islam dalam
keluarga dan budaya religious sekolah) terhadap variable dependen (kedisiplinan
beragama siswa) sebesar 24,8 %.
Kesimpulan: Terdapat signifikan pengaruh antara pendidikan agama Islam dalam
keluarga dan budaya religious sekolah terhadap kedisiplinan beragama siswa MAN 1
Cirebon. Persentase pengaruh variabel independen (pendidikan agama Islam dalam
keluarga dan budaya religious sekolah) terhadap variabel dependen (kedisiplinan
beragama siswa) sebesar 24,5 %. Sedangkan sisanya sebesar 75,5%