Hasil Penelitian

Jejak Moderasi Beragama di Kesultanan Aceh di Bawah Pemerintahan Sultanah Safiatuddin

Abstrak / Ringkasan
ulisan ini membahas tentang jejak moderasi beragama dan kebijakan-kebijakan inklusif serta toleran pada masa pemerintahan sultan Sri Tajul Alam Safiatuddin. Berawal dari konflik dan polemik keagamaan di Aceh pada masa pemerintahan Iskandar Thani, yang mendukung perlawanan ar-Raniri terhadap paham keagamaan wujudiyah yang dianggapnya menyimpang, Safiatuddin melawannya dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mengarah kepada pembentukan sikap yang lebih toleran, inklusif, dan anti kekerasan. Safiatuddin melakukannya dengan mendukung penuh ulama moderat seperti syekh Abdur Rauf Singkel. Tulisan ini menggunakan teori tentang pengaruh pendidikan terhadap tingkat toleransi dan keterbukaan seseorang , yang dapat melacak alasan di balik kebijakan Safiatuddin dalam mendukung toleransi dna inklusivisme. Dengan menggunakan metode sejarah dan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa pasca Iskandar Thani dan kembalinya ar-Raniri ke negara asalnya di India, kehidupan keagamaan Aceh relatif harmonis dan inklusif. Abdur Rauf Singkel membuat banyak buku dan karangan yang menjadi penengah dari wacana-wacana keagamana yang berpolemik. Usaha Abdur Rauf didukung penuh oleh Safiatuddin yang juga percaya bahwa sikap moderat dapat menjaga stabilitas politik dan keharmonisan kehidupan beragama di masyarakat meskipun terdapat berbagai macam perbedaan penafsiran keagamaan.
Dokumen Publikasi

Unduh dokumen lengkap hasil penelitian ini.

Unduh PDF
Bagikan Meta:

Kembali ke Daftar
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas