Hasil Penelitian

ISLAM DAN BARAT DI INDONESIA

Abstrak / Ringkasan
Dalam bukunya yang berjudul Islam and Modernity: Muslims in Europe and the United States, Iftikhar H. Malik menolak untuk menggunakan cara pandang strukturalis yang mendasarkan pada pola binary dalam melihat hubungan Islam dan Barat. Ia tidak ingin menempatkan kedua kubu peradaban itu secara diametral antagonistik lewat ungkapan “Islam and the West” yang sering diartikan sebagai “Islam versus the West”. Penulis Inggris keturunan Pakistan ini justru melihat adanya saling mempengaruhi dan ketergantungan keduanya lewat ungkapan “Islam in the West” atau “the West in Islam”. Penggunaan cara pandang baru ini tidak lepas dari kenyataan bahwa Islam telah berada di wilayah Eropa (Barat) sejak abad ke 8 atau hanya satu abad setelah Islam diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika pasukan Musa bin Nusair, Tharif bin Malik, Thariq bin Ziyad berhasil mengusai wilayah Spanyol. Selama berabad-abad, Islam telah memberikan pencerahan dan inspirasi bagi orang-orang Eropa[1]. Sebaliknya, hampir seluruh wilayah Islam juga pernah berada dalam kekuasaan bangsa Barat lewat kolonialisme dan telah berhasil memperkenalkan bahkan membangun peradaban baru bagi kaum Muslim[2]. Atas dasar realitas tersebut Malik menyatakan bahwa bagi Barat “Islam … is neither newcomer nor an eternal foe” dan begitu juga sebaliknya[3]. Cara pandang baru tersebut nampaknya akan lebih tajam ketika kita melihat hubungan Islam dan Barat di Indonesia yang merupakan “konsumen” dari kedua tradisi besar tersebut[4].
Link Eksternal

Lihat referensi atau link terkait pada database publikasi luar.

Buka Link
Bagikan Meta:

Kembali ke Daftar
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas