Abstrak / Ringkasan
Kelahiran perguruan tinggi Islam di Nusantara, telah diupayakan sejak masa kolonial
Hindia Belanda. Meskipun telah berdiri sejumlah lembaga pendidikan Islam pada masa itu,
perkembangan yang berarti baru terjadi setelah Indonesia merdeka. Kemunculan lembaga
pendidikan tinggi Islam di tingkat nasional, menginspirasi kemunculan semangat yang
sama untuk mendirikan lembaga dengan status yang sama di tingkat daerah. Salah satu
daerah itu adalah Cirebon, yang kemudian melalui proses panjang dengan pelbagai
dinamikanya melahirkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk
menguraikan perkembangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon beserta tokoh-tokoh pentingnya,
dan menjelaskan fase-fase perkembangannya. Metode sejarah merupakan metode yang
paling cocok untuk digunakan dalam kajian mengenai perjalanan suatu lembaga seperti ini.
Dengan penelitian ini, dapat diketahui bahwa transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon
sejak awal perintisannya hingga saat ini dapat dijabarkan ke dalam sejumlah fase
perkembangan berikut: 1) Periode Perintisan dan Peletakan Landasan, 1962-1965; 2)
Periode Penyesuaian Akademik dan Manajemen, 1965-1997; 3) Periode Pemantapan
Kelembagaan, 1997-2009; dan 4) Periode Transformasi, 2009-2021.
Adapun rangkaian tahapan dalam metode sejarah, terbagi ke dalam empat tahapan, yang di
antaranya adalah: heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber atau verifikasi baik itu
secara internal ataupun eksternal data, interpretasi atau penafsiran/analisis sejarah, dan
historiografi atau penulisan sejarah