Abstrak / Ringkasan
Agama memiliki fungsi ambivalen. Di satu sisi, ia berfungsi sebagai social cement (Turner: 1991: ix) yang dapat merekatkan hubungan individu maupun kelompok yang memiliki latarbelakang etnik, bahasa dan kelas sosial ekonomi yang berbeda. Agama mampu berperan sebagai alat membangun solidaritas sekaligus loyalitas yang tinggi bagi para pemeluknya. Di sisi lain, agama juga mampu menjadi faktor signifikan bagi munculnya konflik sosial yang luar biasa implikasinya karena melibatkan sisi yang paling dalam pada emosi manusia (Turner: 1991: ix). Lebih jauh, konflik atau perbedaan tidak saja terjadi antara pemeluk agama yang berbeda seperti antara Muslim dan Kristen tetapi juga pemeluk satu agama tetapi berbeda pemahaman ajarannya seperti antara pengikut Sunni dan Syi'ah.