Berita & Informasi

Visiting Lecturer : Jejak Peradaban Cirebon & Malaka

Visiting Lecturer : Jejak Peradaban Cirebon & Malaka

Cirebon – Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Jejak Peradaban Cirebon dalam format Visiting Lecturer pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan Jejak Peradaban Cirebon berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Siber UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Indonesia dan Malaysia untuk membahas perkembangan sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, forum ini menjadi sarana pertukaran wawasan akademik mengenai hubungan historis antara Cirebon dan Malaka.

Hadir sebagai narasumber Aah Syafaah, M.Ag., Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sementara itu, Dr. Zuraidah Hassan, Dosen Sejarah dan Warisan Fakulti Sains dan Sosial Universitas Islam Melaka Malaysia, turut memberikan perspektif internasional mengenai warisan sejarah kawasan tersebut.

Mengungkap Hubungan Historis Cirebon dan Malaka

Dalam pemaparannya, Aah Syafaah menjelaskan bahwa Cirebon memiliki posisi strategis dalam perkembangan Islam di Nusantara. Oleh karena itu, kajian sejarah Cirebon tidak dapat dipisahkan dari jaringan perdagangan dan keilmuan yang berkembang di Asia Tenggara.

Menurutnya, hubungan antara Cirebon dan Malaka telah terjalin sejak masa perdagangan maritim. Selain itu, interaksi tersebut turut memengaruhi perkembangan budaya, pendidikan, dan tradisi keislaman di kedua wilayah.

Ia menjelaskan bahwa berbagai sumber sejarah menunjukkan adanya pertukaran gagasan yang berlangsung secara intensif. Selanjutnya, proses tersebut membentuk karakter peradaban yang khas dan tetap terlihat hingga saat ini.

Lebih lanjut, Aah Syafaah menegaskan bahwa kajian sejarah memiliki peran penting dalam memahami identitas masyarakat modern. Dengan demikian, generasi muda dapat memahami akar sejarah yang membentuk kehidupan sosial dan budaya saat ini.

Perspektif Warisan Budaya dari Malaka

Pada sesi berikutnya, Dr. Zuraidah Hassan memaparkan perkembangan warisan budaya Islam di Malaka. Ia menjelaskan bahwa Malaka menjadi salah satu pusat penting dalam sejarah peradaban Islam Asia Tenggara.

Menurutnya, posisi geografis Malaka mendukung tumbuhnya interaksi antara berbagai komunitas dari berbagai wilayah dunia. Oleh karena itu, Malaka berkembang menjadi pusat perdagangan sekaligus pusat penyebaran ilmu pengetahuan.

Selain itu, berbagai peninggalan sejarah di Malaka menunjukkan kekayaan budaya yang masih terpelihara hingga sekarang. Warisan tersebut mencerminkan proses panjang pembentukan identitas masyarakat Muslim di kawasan tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pelestarian situs sejarah dan manuskrip sebagai sumber pengetahuan. Dengan demikian, generasi mendatang dapat mempelajari perkembangan peradaban Islam secara lebih mendalam.

Mendorong Penguatan Kajian Sejarah Islam

Kegiatan Visiting Lecturer berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa, dosen, dan peneliti aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama forum akademik tersebut.

Para peserta memperoleh wawasan baru mengenai hubungan sejarah antara Cirebon dan Malaka. Selain itu, mereka mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai dinamika perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Diskusi yang berlangsung juga menyoroti pentingnya penelitian sejarah berbasis sumber primer. Selanjutnya, para narasumber mendorong mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang berfokus pada manuskrip, arsip, dan warisan budaya lokal.

Sementara itu, peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mendalami berbagai isu sejarah yang dibahas. Interaksi tersebut menciptakan suasana akademik yang aktif dan produktif.

Memperkuat Kolaborasi Akademik Internasional

Penyelenggaraan kegiatan ini mencerminkan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperluas kerja sama akademik internasional. Oleh karena itu, berbagai program kolaboratif terus dikembangkan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran akademisi dari Malaysia memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk memperluas perspektif keilmuan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat jejaring akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.

Forum ini juga membuka peluang bagi pengembangan riset bersama mengenai sejarah dan warisan budaya Islam Asia Tenggara. Dengan demikian, hasil penelitian yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Lebih lanjut, kolaborasi internasional menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Melalui kerja sama tersebut, perguruan tinggi dapat memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu dan kebudayaan.

Akhirnya, kegiatan Visiting Lecturer : Jejak Peradaban Cirebon & Malaka berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan kajian sejarah, warisan budaya, dan peradaban Islam di tingkat internasional.

Topik Terkait:
#UINSSC #UIN SIBER #SPI #SPI UIN SSC
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
πŸ‘‹ Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
β€’ Informasi pendaftaran
β€’ Kurikulum & mata kuliah
β€’ Profil dosen
β€’ Kegiatan & agenda
β€’ Kontak prodi
Aksesibilitas