Berita & Informasi

SPI CAST EPS. 33 Kuliah Di Malaysia & Indonesia Apa Beda nya???

SPI CAST EPS. 33 Kuliah Di Malaysia & Indonesia Apa Beda nya???

Cirebon – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menghadirkan program podcast SPI CAST. Pada episode ke-33, tema Kuliah Malaysia Indonesia menjadi topik utama yang dibahas bersama akademisi dari Malaysia. Melalui tema Kuliah Malaysia Indonesia, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pengalaman belajar dan kehidupan kampus di dua negara serumpun.

Kegiatan ini berlangsung di Studio Podcast Lantai 6 Gedung Siber UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 22 Mei 2026. Narasumber yang hadir adalah Dr. Zuraidah Hasan, Dosen Sejarah dan Warisan Fakulti Sains Sosial Universitas Islam Malaka Malaysia.

Podcast tersebut menjadi ruang diskusi yang menarik bagi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini memperkuat pertukaran wawasan akademik antara Indonesia dan Malaysia.

Pengalaman Pertama Mengunjungi Kota Cirebon

Dalam sesi podcast, Dr. Zuraidah Hasan mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Indonesia bukanlah yang pertama. Namun, kunjungan ke Kota Cirebon menjadi pengalaman baru baginya selama menjalankan aktivitas akademik di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan. Menurutnya, kemiripan tersebut terlihat dari karakter fisik dan budaya yang berkembang di kedua negara.

Oleh karena itu, ia mengaku cukup sulit membedakan mahasiswa Indonesia dan Malaysia ketika tidak sedang berbicara. Perbedaan yang paling mudah dikenali justru muncul melalui cara berbicara dan intonasi bahasa yang digunakan.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kedekatan budaya antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal penting dalam membangun kerja sama pendidikan. Dengan demikian, kolaborasi akademik dapat berkembang lebih luas pada masa mendatang.

Aktivitas Mahasiswa Menjadi Pembeda

Dr. Zuraidah Hasan juga membagikan pengamatannya mengenai kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus. Menurutnya, terdapat beberapa perbedaan menarik antara mahasiswa di Malaysia dan Indonesia.

Di Malaysia, sebagian besar mahasiswa biasanya kembali ke asrama sekitar pukul 16.00 sore. Selanjutnya, mereka lebih banyak melanjutkan aktivitas belajar dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sementara itu, ia melihat mahasiswa di Cirebon masih aktif mengikuti berbagai kegiatan hingga sore bahkan malam hari. Aktivitas tersebut meliputi organisasi kemahasiswaan, kepanitiaan, diskusi akademik, dan kegiatan pengembangan diri lainnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam kehidupan kampus. Selain itu, budaya organisasi yang kuat turut membentuk kemampuan sosial dan kepemimpinan mahasiswa.

Sistem Pembelajaran Memiliki Banyak Kesamaan

Meskipun terdapat perbedaan dalam pola aktivitas mahasiswa, Dr. Zuraidah menilai sistem pembelajaran di Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan. Kedua negara menerapkan berbagai metode pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa.

Mahasiswa di Malaysia juga mengerjakan tugas individu dan tugas kelompok. Selain itu, mereka aktif mengikuti presentasi, diskusi kelas, dan berbagai bentuk evaluasi akademik lainnya.

Ia menjelaskan bahwa kampus-kampus di Malaysia menyediakan banyak wadah pengembangan mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa dapat bergabung dalam organisasi, kepanitiaan, maupun kegiatan sukarela yang mendukung peningkatan keterampilan nonakademik.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut bertujuan membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga secara profesional.

Pesan Motivasi untuk Mahasiswa

Pada akhir sesi podcast, Dr. Zuraidah Hasan menyampaikan pesan inspiratif kepada mahasiswa. Ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi secara maksimal.

Menurutnya, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mensyukuri kesempatan tersebut melalui kesungguhan dalam belajar dan mengembangkan diri.

Ia juga mendorong mahasiswa agar berani mencari pengalaman baru selama masa kuliah. Selain itu, mahasiswa perlu membangun jejaring akademik yang dapat mendukung pengembangan karier pada masa depan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga. Dengan demikian, setiap pengalaman selama kuliah harus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan penguatan kompetensi.

Akhirnya, SPI CAST Episode 33 memberikan wawasan baru mengenai kehidupan mahasiswa di Malaysia dan Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya memperluas perspektif mahasiswa, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi akademik antara kedua negara. Melalui forum diskusi seperti ini, Program Studi Sejarah Peradaban Islam terus menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan, inspiratif, dan berorientasi global.

Topik Terkait:
#UINSSC #UIN SIBER #SPI #SPI UIN SSC
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
πŸ‘‹ Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
β€’ Informasi pendaftaran
β€’ Kurikulum & mata kuliah
β€’ Profil dosen
β€’ Kegiatan & agenda
β€’ Kontak prodi
Aksesibilitas