Berita & Informasi

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Islam, Text and Identity in Cirebon Malaka: A Comparative Analysis

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Islam, Text and Identity in Cirebon Malaka: A Comparative Analysis

Cirebon – Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan FGD Cirebon Malaka bertajuk “Islam, Text and Identity in Cirebon Malaka: A Comparative Analysis” pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di ruang International Class, Gedung O Fakultas Ushuluddin dan Adab mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

FGD Cirebon Malaka menjadi forum akademik yang mempertemukan peneliti dan akademisi dari Indonesia serta Malaysia. Kegiatan ini bertujuan memperdalam kajian mengenai hubungan antara Islam, teks, dan identitas masyarakat dalam konteks sejarah serta perkembangan budaya di kawasan Asia Tenggara.

Hadir sebagai narasumber utama Dr. Zaenal Masduqi, M.Ag., M.A. selaku Ketua Peneliti. Selain itu, forum juga menghadirkan Dr. Zuraidah Hassan, Dosen Sejarah dan Warisan Fakulti Sains Sosial Universitas Islam Melaka Malaysia. Sementara itu, Prof. H. Didin Nurul Rosidin, M.A., Ph.D. bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi.

Mengkaji Relasi Islam, Teks, dan Identitas

Dalam pemaparannya, Dr. Zaenal Masduqi menjelaskan bahwa Cirebon dan Malaka memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam di Asia Tenggara. Kedua wilayah tersebut berkembang sebagai pusat interaksi budaya, perdagangan, dan penyebaran ajaran Islam sejak masa lampau.

Menurutnya, teks-teks keagamaan, manuskrip, dan berbagai sumber sejarah menjadi elemen penting dalam memahami proses pembentukan identitas masyarakat Muslim. Oleh karena itu, kajian komparatif antara Cirebon dan Malaka mampu menghadirkan perspektif yang lebih luas mengenai dinamika perkembangan Islam di kawasan tersebut.

Ia menambahkan bahwa identitas keislaman tidak terbentuk secara instan. Sebaliknya, identitas tersebut berkembang melalui proses panjang yang melibatkan interaksi sosial, budaya, pendidikan, dan tradisi intelektual masyarakat setempat.

Lebih lanjut, penelitian mengenai Islam dan identitas memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks akademik kontemporer. Dengan demikian, hasil kajian dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu sejarah, studi Islam, dan kajian budaya.

 Perspektif Warisan Sejarah dari Malaka

Pada kesempatan yang sama, Dr. Zuraidah Hassan menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan kajian sejarah dan warisan budaya di Malaka. Ia menjelaskan bahwa Malaka merupakan salah satu kawasan penting yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah peradaban Islam di Asia Tenggara.

Menurutnya, berbagai peninggalan sejarah menunjukkan adanya hubungan yang erat antara masyarakat Malaka dengan jaringan perdagangan dan keilmuan Islam internasional. Selain itu, keberadaan manuskrip dan tradisi lokal menjadi sumber penting dalam memahami perkembangan identitas masyarakat Muslim.

Dr. Zuraidah Hassan juga menekankan pentingnya upaya pelestarian warisan sejarah sebagai bagian dari penguatan identitas budaya. Selanjutnya, penelitian yang berkelanjutan dapat membantu mengungkap berbagai aspek sejarah yang belum banyak dikaji secara mendalam.

Ia menilai bahwa kolaborasi antara akademisi Indonesia dan Malaysia memiliki potensi besar dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas. Dengan demikian, kerja sama lintas negara dapat memperkuat posisi Asia Tenggara dalam peta penelitian global.

Forum Pertukaran Gagasan Akademik

Diskusi berlangsung secara dinamis dengan melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Para peserta memanfaatkan forum untuk berdialog mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan teks, sejarah, identitas, dan perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Prof. H. Didin Nurul Rosidin mengarahkan jalannya diskusi agar berlangsung terstruktur dan produktif. Berbagai pertanyaan yang diajukan peserta menunjukkan tingginya minat terhadap tema yang dibahas dalam forum tersebut.

Diskusi juga menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam penelitian sejarah Islam. Selain itu, peserta menilai bahwa integrasi antara kajian sejarah, budaya, dan teks dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Melalui forum ini, peserta memperoleh kesempatan untuk bertukar pandangan dan memperluas wawasan akademik. Oleh karena itu, kegiatan FGD menjadi sarana penting dalam membangun budaya ilmiah yang terbuka dan kolaboratif.

Mendorong Kolaborasi Riset Internasional

Penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan komitmen Fakultas Ushuluddin dan Adab dalam memperkuat budaya penelitian dan jejaring akademik internasional. Selanjutnya, berbagai program kolaboratif akan terus didorong untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan akademik antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan institusi pendidikan tinggi di Malaysia. Selain itu, forum tersebut membuka peluang bagi pengembangan penelitian bersama pada masa mendatang.

Melalui kajian mengenai Islam, teks, dan identitas, para akademisi berupaya menghadirkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah dan warisan budaya Islam di Asia Tenggara. Dengan demikian, hasil diskusi diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya penelitian lanjutan yang lebih komprehensif.

Akhirnya, seluruh rangkaian FGD Cirebon Malaka berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik peserta, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sejarah, budaya, dan studi Islam.

Topik Terkait:
#UINSSC #UIN SIBER #SPI #SPI UIN SSC
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas